IT FORENSIC
Perkenalkan nama saya Moh. Yusril maqoshidana NIM 222410102064 dari
prodi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember. Pada
pertemuan kali ini saya akan membahas tentang IT Forensik.
Pengertian
- Forensik
Suatu proses ilmiah dalam
mengumpulkan, menganalisa, dan menghadirkan berbagai bukti dalam sidang
pengadilan terkait adanya suatu kasus hukum.
- Forensik Komputer
Suatu proses mengidentifikasi,
memelihara, menganalisa dan menggunakan bukti digital menurut hukum yang
berlaku.
Istilah ini kemudian meluas menjadi
Forensik Teknologi Informasi
o Forensik
Teknologi Informasi
Forensik
Teknologi Informasi dapat mengumpulkan dan menganalisa data dari sumber daya
komputer seperti: sistem komputer, jaringan komputer, jalur komunikasi, media
penyimpanan, dan aplikasi komputer.
Tujuan
Tujuan adanya IT Forensik adalah:
· Mendapatkan
fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan system informasi.
· Fakta-fakta
tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan
digunakan dalam proses hukum.
Komponen
Komponen
ini berisi dari Manusianya, aturan, dan perangkat.
Konsep
Konsep dalam IT Forensik adalah
1. Identifikasi
· Pada
tahap ini segala bukti-bukti yang mendukung penyelidikan dikumpulkan.
Penyelidikan dimulai dari identifikasi dimana bukti itu berada, dimana
disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.
· Penulusuran
bisa dilakukan untuk sekedar mencari “ada informasi apa disini?” sampai serinci
pada “apa urutan peristiwa yang menyebabkan terjadinya situasi terkini?”
2.
Penyimpanan
-
Tahapan ini mencakup penyimpanan dan
penyiapan bukti-bukti yang ada, termasuk melindungi bukti-bukti dari kerusakan,
perubahan dan penghilangan oleh pihak-pihak tertentu
-
Karena bukti digital bersifat sementara (volatile),
mudah rusak, berubah dan hilang, maka pengetahuan yang mendalam dari seorang
ahli digital forensic mutlak diperlukan.
-
Kesalahan kecil pada penanganan bukti
digital dapat membuat barang bukti digital tidak diakui di pengadilan
-
Bahkan menghindupkan dan mematikan
komputer dengan tidak hati-hati bisa saja merusak/merubah barang bukti tersebut
-
Aturan utama pada tahap ini adalah
penyelidikan tidak boleh dilakukan langsung pada bukti asli karena
dikhawatirkan akan dapat merubah isi dan struktur yang ada didalamnya.
-
Dilakukan copy data secara Bitstream Image
dari bukti asli ke media lainnya. Bitstream image adalah metode penyimpanan
digital dengan mengkopi setiap bit demi bit dari data orisinil, termasuk file
yang tersembunyi, file temporer, file yang terdefrag, dan file yang belum
tertimpa
3.
Analisa Bukti Digital
Tahapan
ini dilaksanakan dengan melakukan analisa secara mendalam terhadap bukti-bukti
yang ada. Bukti yang telah didapatkan perlu di-explore kembali kedalam sejumlah
skenario yang berhubungan dengan tindak pengusutan, seperti:
a. Siapa
yang telah melakukan
b. Apa
saja telah dilakukan
c. Apa
saja software yang telah digunakan
d. Hasil
proses apa yang dihasilkan
e. Waktu
melakukan
Didalm tahap menganalisa ini
terbagi menjadi dua, yaitu: analisa media(media analysis) dan analisis
aplikasi (application analysis) pada barang bukti yang ada.
Beberapa tools analisis
media yang bisa digunakan antara lain:
-
TestDisk
-
Explore2fs
-
ProDiscover DFT
Sedangkan untuk analisis
aplikasi, beberapa tools yang bisa digunakan seperti:
-
Event Log Parser
-
Galleta
-
Md5deep
4.
Presentasi
Presentasi
dilakukan dengan menyajikan dan menguraikan secara detail laporan penyelidikan
dengan bukti-bukti yang sudah dianalisa secara mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan
secara hukum di pengadilan
Training dan Sertifikasi
Di IT
Forensik juga terdapat berbagai pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi antara
lainnya, yaitu:
CISSP (Certified Information
System Security Professional)
ECFE
(Experienced Computer Forensic Examiner)
CHFI
(Computer Hacking Forensic Investigator)
CFA
(Certified Forensics Analyst)
CCE
(Certified Computer Examiner)
AIS
(Advanced Information Security)
Kesimpulan
Materi kali ini sangat bermanfaat karena saya tidak
tahu kalau di IT juga terdapat Forensik, menurut saya sih orang yang menguasai
IT Forensik ini sangat jago dalam Cyber Security. kebetulan juga di Prodi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember juga terdapat penjurusan Cyber Security lebih tepatnya Kriptografi dan pada materi ini juga menambah
wawasan kita mengetahui proses dibalik Forensik di IT. Bisa dibilang kalau IT
Forensic ini adalah polisinya IT yang prosesnya adalah untuk mencari para penjahat
yang merugikan.
Komentar
Posting Komentar